Sabtu, 19 Oktober 2013
Foto Macro Menggunakan Kamera Saku
Kamera saku juga mampu menghasilkan foto makro (close – up).
Meskipun
hasilnya tidak akan sedahsyat jika memggunakan kamera SLR (apalagi jika
menggunakan lensa khusus untuk makro), kamu tetap bisa memotret dan
menghasilkan foto makro yang bagus hanya dengan menggunakan kamera saku.
Pengen tahu tipsnya ???
1. Gunakan Mode Makro
Pilih mode ini jika kamu ingin memaksimalkan fitur makro yang sudah di setel oleh produsen kamera saku. Mode makro biasanya disimbolkan dengan ikon bunga di kamera kamu. Jika kamu memilih mode ini, kamu memberitahu kamera bahwa kamu ingin memotret dengan jarak fokus yang lebih dekat dibanding biasanya (jarak fokus terdekat biasanya berbeda dari kamera satu ke kamera lainnya). Mode makro juga berarti kamera akan memilih aperture yang besar, sehingga obyek dalam fokus akan tajam sementara backgroundnya sedikit kabur.
Pilih mode ini jika kamu ingin memaksimalkan fitur makro yang sudah di setel oleh produsen kamera saku. Mode makro biasanya disimbolkan dengan ikon bunga di kamera kamu. Jika kamu memilih mode ini, kamu memberitahu kamera bahwa kamu ingin memotret dengan jarak fokus yang lebih dekat dibanding biasanya (jarak fokus terdekat biasanya berbeda dari kamera satu ke kamera lainnya). Mode makro juga berarti kamera akan memilih aperture yang besar, sehingga obyek dalam fokus akan tajam sementara backgroundnya sedikit kabur.
2. Gunakan Tripod
Meskipun kamu hanya menggunakan kamera saku, tripod sangat membantu ketajaman foto makro kamu. Selain mengurangi goyangan kamera, tripod juga membantu kamu dalam membangun komposisi dan sudut pemotretan yang lebih bagus.
Meskipun kamu hanya menggunakan kamera saku, tripod sangat membantu ketajaman foto makro kamu. Selain mengurangi goyangan kamera, tripod juga membantu kamu dalam membangun komposisi dan sudut pemotretan yang lebih bagus.
3. Setting Aperture
Jika kamera saku kamu memiliki fitur untuk mengubah setting aperture saat dalam mode makro, bereksperimenlah dengan mengubah besaran aperture – f/x. Pilih angka x yang besar jika kamu ingin bidang fokus yang luas (semua tampak fokus), atau pilih x yang kecil jika kamu hanya ingin bidang fokus yang sempit (sehingga area diluar titik fokus tampak kabur).
Jika kamera saku kamu memiliki fitur untuk mengubah setting aperture saat dalam mode makro, bereksperimenlah dengan mengubah besaran aperture – f/x. Pilih angka x yang besar jika kamu ingin bidang fokus yang luas (semua tampak fokus), atau pilih x yang kecil jika kamu hanya ingin bidang fokus yang sempit (sehingga area diluar titik fokus tampak kabur).
4. Fokus
Jika memungkinkan, gunakan setting manual focus, sehingga kamu lebih leluasa menentukan dimana titik yang ingin kamu anggap sebagai titik fokus. Biasanya dalam mode makro, settingan fokus manual akan jauh lebih mudah dilakukan dibanding auto fokus.
Jika memungkinkan, gunakan setting manual focus, sehingga kamu lebih leluasa menentukan dimana titik yang ingin kamu anggap sebagai titik fokus. Biasanya dalam mode makro, settingan fokus manual akan jauh lebih mudah dilakukan dibanding auto fokus.
5. Komposisi
Usahakan kamu menggunakan background yang simpel dan tidak terlalu sibuk sehingga foto akhir nanti akan lebih enak dilihat.
Usahakan kamu menggunakan background yang simpel dan tidak terlalu sibuk sehingga foto akhir nanti akan lebih enak dilihat.
6. Lighting
Menggunakan flash di kamera saku justru akan menghasilkan foto yang tidak terlalu bagus. Matikan flash dan manfaatkan cahaya matahari tidak langsung, misalnya cahaya dari jendela atau saat mendung. Cahaya matahari langsung akan terlalu keras untuk kamera kamu. Kamu juga bisa memanfaatkan reflektor sederhana misalnya kertas putih, styrofoam atau alumunium foil untuk menerangi obyek yang terlalu gelap.
7. Gunakan timerMenggunakan flash di kamera saku justru akan menghasilkan foto yang tidak terlalu bagus. Matikan flash dan manfaatkan cahaya matahari tidak langsung, misalnya cahaya dari jendela atau saat mendung. Cahaya matahari langsung akan terlalu keras untuk kamera kamu. Kamu juga bisa memanfaatkan reflektor sederhana misalnya kertas putih, styrofoam atau alumunium foil untuk menerangi obyek yang terlalu gelap.
Manfaatkan timer yang ada di kamera saku kamu sehingga gambar yang dihasilkan jauh lebih tajam. Saat jari memencet tombol shutter di kamera, maka goyangan kamera akan membuat foto kamu tidak tajam, untuk itulah timer akan sangat berguna karena kita bisa mengaktifkan kamera tanpa harus memencet tombol shutter. Kamu membutuhkan tripod supaya lebih enak dalam memanfaatkan timer.
Metamorfosis (Perubahan Kecil dalam Hidup)
Bismilahhirahmanirahim..
Senin, 2 Januari 2012 sekitar pukul 06.03 aku tiba di
sekolah, hari pertama masuk sekolah setelah libur semester 3 sekitar 9 hari
(Hmm.. liburnya kurang lama). Belum lagi aku selesai memarkirkan motorku, Egi
(salah satu teman sekelasku) yang terlebih dahulu datang buru-buru
menghampiriku lalu berkata “Asta.. tobat kah neng ?” dan aku hanya tersenyum
mendengar ucapannya kemudian kami sama-sama berjalan menuju kelas. Dalam
perjalanan menuju kelas beberapa teman terus memperhatikanku dan di saat itu
aku berpapasan dengan Ona (teman sekelasku sewaktu kelas sepuluh) “Aaaa....
Yete.. penampilan baru kam” ujarnya dengan nada tinggi dan menghampiriku. Karena
aku kaget dengan teriakkanya aku langsung pergi menghindarinya ternyata, dia
mengejarku sampai ke kelas. Kebiasaan dia kalo ketemu aku pasti kalo nggak
nyubit kedua pipiku ya pasti ketawa-ketawa nggak jelas (aduhh.. memang anak
satu itu).
Saat aku memasuki kelas, teman-temanku pun tidak kalah
terkejutnya seperti halnya Ona. Mereka menatapku seolah-olah aku ini seperti
orang asing, orang yang tidak pernah mereka lihat. “Loh.. Yanti ?”, “Ehh..Yanti
kah nih ?”, “Ya ampun.. Yanti tobat kah ?”, “Ihh.. Yanti kah ? kok nggak mirip
sih ?”. Itu koment mereka saat melihatku tadi pagi, dan aku hanya menjawab
dengan senyuman.
Sewaktu upacara bendera teman-teman dan kakak kelas (terutama
anak kelas XII Bahasa) pun nggak kalah kagetnya melihat penampilanku yang
tiba-tiba berubah. Setelah upacara kak Ayu (kakak kelasku) yang datang mencari
ku kekelas, hmm.. dasar teman-teman ku di kelas suka ngerjain orang, mereka bilang
aku nggak masuk sekolah. Tapi akhirnya mereka kasian ngliat tampang kak Ayu, mereka
memberi tau kalo hari ini aku masuk dan menujuk ke arahku. Kak Ayu bingung
mencari sosok diriku yang jelas-jelas sedang duduk di barisan paling depan.
Akhirnya aku berjalan menghampirinya dan seketika itu juga dia tertawa dan
berkata “Nah ini dia, Hmm... tobat am kah ??” dan sekali lagi aku hanya diam.
Semua itu gara-gara mereka melihat sebuah perubahan
dalam gaya berpakaianku, sangat tampak sekali perbedaan dibanding dengan gaya
berpakaianku sebelumnya. Kini aku mengenakan baju lengan panjang, rok panjang
dan tidak lupa aku juga mengenakan kerudung (aduh.. nyari sensai ja aku nih).
Hmm.. {-Tahun Baru-Baju Baru-Penampilan Baru- }.
Hmm.. alhamdulillah salah satu niat dan keinginanku telah
terwujud. Sebenarnya sudah lama aku ingin mengenakan kerudung (dari sebelum
masuk sma), tapi entah kenapa niat itu terhambat karena nyaliku kecil untuk
memulainya dan kakakku pun mengejekku (huh.. dia memang tidak pernah pro dengan
semua tindakanku), “buat apa pake kerudung kalo sholat aja masih bolong-bolong”
katanya (hehe.. maklum waktu jaman lulus smp aku banyak mainnya). Setelah itu,
nyaliku pun semakin kecil dan sempat beberapa saat keinginan itu ku lupakan.
Tapi setelah hampir setahun aku duduk di bangku sma, aku kembali teringat akan
keinginanku yang belum terwujud itu. Dan terbesit dalam benakku untuk
mewujudkan keinginanku itu.
Sedikit demi sedikit aku mulai membenahi diri, berusaha
melakukan semua yang telah di perintahkan oleh Allah SWT dan menjauhi
larangan-Nya. Niat ku pun semakin kuat setelah aku mengikuti pengajian di
SPANSA yang di bimbing oleh kak Fenny . Aku banyak belajar darinya, memperdalam
ilmu agama dan dia juga sering mengingatkan ku tenteng cara bergaul dengan
lawan jenis, mengingatkan tentang batasan-batasan antara lawan jenis. Dia
adalah sesorang motivator dan penasehat bagiku. Di saat aku berada dalam
masa-masa sulit, saat aku merasa lelah dalam usahanya mewujudkan keinginan ku
itu, di selalu menolongku. Syukron ya ukhti..^^
Kini aku sudah membulatkan tekatku, meluruskan niatku hanya karena Allah SWT dan memberanikan diriku
untuk menutup aurat seperti yang telah di perintahkan oleh Allah SWT dalam Al- Quran surah Al-Ahzab ayat 59 :
“Hai
Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan
istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya
ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah
untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan ALLAH SWT
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).
Semoga ini bukan suatu akhir, tapi merupakan suatu
awal yang baik dari perjalanan hidupku. Aamiin ya Rabb..
Minggu, 13 Oktober 2013
Syndrom Dyslexia
Tahukah
Anda bahwa dyslexia (disleksia dalam bahasa Indonesia) adalah penyebab yang
paling umum dari masalah kesulitan mengeja, membaca dan menulis? Bagaimana kita
membantu anak-anak mengatasi kesulitan-kesulitan ini agar berhasil di sekolah? Informasi-informasi
berikut ini bertujuan membantu orang tua, guru, dan terapis mengerti dyslexia
dan membantu anak/murid mengembangkan kecintaan membaca dan menulis.
Apa itu dyslexia dan penyebabnya?
Dyslexia adalah suatu masalah kesulitan belajar khusus. Dyslexia mempengaruhi kemampuan seseorang untuk belajar, mengolah, dan mengerti suatu informasi dengan baik. Secara khusus, hal ini menyebabkan masalah dalam membaca dan menulis karena seseorang dengan problem dyslexia mempunyai kesulitan mengenali dan mengartikan suatu kata, mengerti isi suatu bacaan, dan mengenali bunyi. Tentunya ini menghambat kemampuan seorang anak untuk belajar membaca, bahkan jika anak mempunyai intelegensia normal dan instruksi yang jelas. Dyslexia mempengaruhi 15-20% dari populasi, dan terjadi pada laki-laki dua kali lebih banyak dari pada perempuan.
Penyebab dari dyslexia secara umum bisa jadi dari genetika, namun penyebab lain yang tidak umum adalah cedera pada kepala atau trauma. Beberapa anak dyslexia ternyata memproses informasi menggunakan area yang berbeda pada otak dibanding anak-anak tanpa kesulitan belajar. Walaupun begitu, ini bukan merupakan karakteristik pada semua anak dyslexia. Beberapa type dyslexia bisa menunjukkan perbaikan sejalan bertambahnya usia anak.
Bagaimana mengidentifikasi dyslexia?
Identifikasi dyslexia mungkin sangat sulit dilakukan sebagai orang tua atau guru di kelas. Namun orang tua dan guru bisa melihat beberapa tanda dan gejala dyslexia, dan bisa mencari pendapat dan evaluasi dari ahli profesional/terapis yang tepat.
Perhatikan beberapa tanda berikut :
Kesulitan mengasosiasikan (menghubungkan arti) suatu huruf dengan bunyinya
Terbalik dengan huruf (dia jadi bia) atau kata (tik jadi kit)
Kesulitan membaca kata tunggal
Kesulitan mengeja kata tunggal
Kesulitan mencatat huruf/kata dari papan tulis atau buku
Kesulitan mengerti apa yang mereka dengar (auditory)
Kesulitan mengatur tugas, material, dan waktu
Kesulitan mengingat isi materi baru dan materi sejenisnya
Kesulitan dengan tugas menulis
Kesulitan pada kemampuan motorik halus (misalnya memegang alat tulis, mengancing baju)
Tidak terkoordinasi
Masalah perilaku dan/atau tidak suka membaca
Jika seorang anak menunjukkan sejumlah tanda-tanda dyslexia, rujuklah anak kepada lembaga pendidikan khusus atau ahli profesional yang terlatih dalam masalah dyslexia, untuk melakukan evaluasi menyeluruh. (Catatan : daftar tanda-tanda di atas tidak merupakan daftar mutlak tanda dan gejala dyslexia. Gunakanlah hanya sebagai panduan umum, bukan sebagai dasar diagnosis. Tanyakanlah dulu kepada ahli untuk rujukan selanjutnya)
Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu anak dyslexia?
Setelah anak dievaluasi, hasilnya akan menunjukkan dengan cara bagaimana anak bisa belajar paling baik. Ada anak yang belajar lebih baik dengan cara visual (melihat), auditori (mendengarkan), dan taktil (menyentuh/meraba). Menggunakan gaya belajar yang sesuai untuk tiap anak sangat penting supaya mereka bisa belajar lebih baik. Berikut adalah contoh cara belajar untuk masing-masing type anak (saran-saran ini bersifat umum dan tidak harus digunakan secara mutlak pada tiap anak)
Visual (penglihatan)
Anak belajar paling baik dengan cara melihat informasi. Karena itu, cara mulai yang baik adalah dengan menggunakan kartu bergambar dengan kata-kata tertulis di bawahnya (flash card). Pilihlah kata-kata yang sesuai dengan level belajar anak. Selain itu, jika anak kesulitan dengan bunyi, tunjukkan di mana bunyi itu dibuat di dalam mulut secara umum.
Contoh : tunjukkan huruf /t/ pada kartu, lalu arahkan ke dalam mulut Anda. Buatlah bunyi /t/ dengan gerakan yang berlebihan. Biarkan anak meniru tindakan Anda sambil melihat ke dalam cermin. Tingkatkan dengan kombinasi suku kata 2 huruf (ta, ti) dan 3 huruf (tas, top), dengan cara menyuarakan dan menulis. Bantulah juga dalam hal kemampuan mengelompokkan dengan menggunakan gambar-gambar dan kata pada kalender harian. Ulanglah kalender ini setiap hari, lalu tandai tugas-tugas yang sudah selesai.
Auditori (pendengaran)
Anak-anak auditori belajar paling baik dengan cara mendengarkan apa yang diajarkan. Untuk anak yang kesulitan pada masalah bunyi, ajarkan sepasang kata singkat dan mintalah anak untuk mengatakan kata mana yang betul (tas/das). Juga, mintalah mereka menulis huruf, kata, atau kalimat sementara Anda mengucapkannya, untuk melatih kemampuan menulis. Bantulah juga dalam hal kemampuan mengelompokkan dengan memasang kalender “verbal” (diucapkan). Baca dengan keras kepada anak jadwal hariannya dan bantulah dia mengatur tugas, jadwal, dll.
Taktil (perabaan)
Anak-anak ini belajar paling baik dengan proses ‘menyentuh’. Ini adalah anak-anak yang biasa terlihat memisahkan bagian suatu benda dan kemudian menyatukannya kembali. Mereka belajar paling baik dengan melalui sentuhan, sehingga sangatlah penting untuk memasukkan gaya belajar ini ke dalam perintah-perintah Anda.
Contoh : Biarkan anak membuat bentuk huruf dari tanah liat, untuk membentuk kata singkat. Ulanglah bunyi dari tiap huruf sementara anak membuatnya. Selain itu, alat pengeja taktil juga penting untuk pembelajar type ini. Alat ini meliputi huruf-huruf bertekstur/guratan sehingga anak mendapat rabaan taktil sementara mengeja. Bantulah mengelompokkan dengan mengkombinasikan proses belajar visual dan taktil. Buat kalender dan tandai tiap tanggal penting dengan sticker timbul/bertekstur. Setiap hari, ulanglah kalender ini bersama anak dan buatlah ia menyentuh dan merasakan stiker tersebut. Kombinasi pembelajaran visual dan taktil akan membantu daya ingat.
Contoh-contoh di atas adalah saran untuk mengajar anak dyslexia dengan memfokus pada gaya belajar individual mereka. Ingatlah bahwa banyaknya waktu mengajar mereka secara individu dan identifikasi dini terhadap kesulitan belajar ini, akan membuat proses belajar lebih berhasil.
Sumber : http://rustinah.multiply.com/reviews/item/45?&show_interstitial=1&u=/reviews/item
Apa itu dyslexia dan penyebabnya?
Dyslexia adalah suatu masalah kesulitan belajar khusus. Dyslexia mempengaruhi kemampuan seseorang untuk belajar, mengolah, dan mengerti suatu informasi dengan baik. Secara khusus, hal ini menyebabkan masalah dalam membaca dan menulis karena seseorang dengan problem dyslexia mempunyai kesulitan mengenali dan mengartikan suatu kata, mengerti isi suatu bacaan, dan mengenali bunyi. Tentunya ini menghambat kemampuan seorang anak untuk belajar membaca, bahkan jika anak mempunyai intelegensia normal dan instruksi yang jelas. Dyslexia mempengaruhi 15-20% dari populasi, dan terjadi pada laki-laki dua kali lebih banyak dari pada perempuan.
Penyebab dari dyslexia secara umum bisa jadi dari genetika, namun penyebab lain yang tidak umum adalah cedera pada kepala atau trauma. Beberapa anak dyslexia ternyata memproses informasi menggunakan area yang berbeda pada otak dibanding anak-anak tanpa kesulitan belajar. Walaupun begitu, ini bukan merupakan karakteristik pada semua anak dyslexia. Beberapa type dyslexia bisa menunjukkan perbaikan sejalan bertambahnya usia anak.
Bagaimana mengidentifikasi dyslexia?
Identifikasi dyslexia mungkin sangat sulit dilakukan sebagai orang tua atau guru di kelas. Namun orang tua dan guru bisa melihat beberapa tanda dan gejala dyslexia, dan bisa mencari pendapat dan evaluasi dari ahli profesional/terapis yang tepat.
Perhatikan beberapa tanda berikut :
Kesulitan mengasosiasikan (menghubungkan arti) suatu huruf dengan bunyinya
Terbalik dengan huruf (dia jadi bia) atau kata (tik jadi kit)
Kesulitan membaca kata tunggal
Kesulitan mengeja kata tunggal
Kesulitan mencatat huruf/kata dari papan tulis atau buku
Kesulitan mengerti apa yang mereka dengar (auditory)
Kesulitan mengatur tugas, material, dan waktu
Kesulitan mengingat isi materi baru dan materi sejenisnya
Kesulitan dengan tugas menulis
Kesulitan pada kemampuan motorik halus (misalnya memegang alat tulis, mengancing baju)
Tidak terkoordinasi
Masalah perilaku dan/atau tidak suka membaca
Jika seorang anak menunjukkan sejumlah tanda-tanda dyslexia, rujuklah anak kepada lembaga pendidikan khusus atau ahli profesional yang terlatih dalam masalah dyslexia, untuk melakukan evaluasi menyeluruh. (Catatan : daftar tanda-tanda di atas tidak merupakan daftar mutlak tanda dan gejala dyslexia. Gunakanlah hanya sebagai panduan umum, bukan sebagai dasar diagnosis. Tanyakanlah dulu kepada ahli untuk rujukan selanjutnya)
Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu anak dyslexia?
Setelah anak dievaluasi, hasilnya akan menunjukkan dengan cara bagaimana anak bisa belajar paling baik. Ada anak yang belajar lebih baik dengan cara visual (melihat), auditori (mendengarkan), dan taktil (menyentuh/meraba). Menggunakan gaya belajar yang sesuai untuk tiap anak sangat penting supaya mereka bisa belajar lebih baik. Berikut adalah contoh cara belajar untuk masing-masing type anak (saran-saran ini bersifat umum dan tidak harus digunakan secara mutlak pada tiap anak)
Visual (penglihatan)
Anak belajar paling baik dengan cara melihat informasi. Karena itu, cara mulai yang baik adalah dengan menggunakan kartu bergambar dengan kata-kata tertulis di bawahnya (flash card). Pilihlah kata-kata yang sesuai dengan level belajar anak. Selain itu, jika anak kesulitan dengan bunyi, tunjukkan di mana bunyi itu dibuat di dalam mulut secara umum.
Contoh : tunjukkan huruf /t/ pada kartu, lalu arahkan ke dalam mulut Anda. Buatlah bunyi /t/ dengan gerakan yang berlebihan. Biarkan anak meniru tindakan Anda sambil melihat ke dalam cermin. Tingkatkan dengan kombinasi suku kata 2 huruf (ta, ti) dan 3 huruf (tas, top), dengan cara menyuarakan dan menulis. Bantulah juga dalam hal kemampuan mengelompokkan dengan menggunakan gambar-gambar dan kata pada kalender harian. Ulanglah kalender ini setiap hari, lalu tandai tugas-tugas yang sudah selesai.
Auditori (pendengaran)
Anak-anak auditori belajar paling baik dengan cara mendengarkan apa yang diajarkan. Untuk anak yang kesulitan pada masalah bunyi, ajarkan sepasang kata singkat dan mintalah anak untuk mengatakan kata mana yang betul (tas/das). Juga, mintalah mereka menulis huruf, kata, atau kalimat sementara Anda mengucapkannya, untuk melatih kemampuan menulis. Bantulah juga dalam hal kemampuan mengelompokkan dengan memasang kalender “verbal” (diucapkan). Baca dengan keras kepada anak jadwal hariannya dan bantulah dia mengatur tugas, jadwal, dll.
Taktil (perabaan)
Anak-anak ini belajar paling baik dengan proses ‘menyentuh’. Ini adalah anak-anak yang biasa terlihat memisahkan bagian suatu benda dan kemudian menyatukannya kembali. Mereka belajar paling baik dengan melalui sentuhan, sehingga sangatlah penting untuk memasukkan gaya belajar ini ke dalam perintah-perintah Anda.
Contoh : Biarkan anak membuat bentuk huruf dari tanah liat, untuk membentuk kata singkat. Ulanglah bunyi dari tiap huruf sementara anak membuatnya. Selain itu, alat pengeja taktil juga penting untuk pembelajar type ini. Alat ini meliputi huruf-huruf bertekstur/guratan sehingga anak mendapat rabaan taktil sementara mengeja. Bantulah mengelompokkan dengan mengkombinasikan proses belajar visual dan taktil. Buat kalender dan tandai tiap tanggal penting dengan sticker timbul/bertekstur. Setiap hari, ulanglah kalender ini bersama anak dan buatlah ia menyentuh dan merasakan stiker tersebut. Kombinasi pembelajaran visual dan taktil akan membantu daya ingat.
Contoh-contoh di atas adalah saran untuk mengajar anak dyslexia dengan memfokus pada gaya belajar individual mereka. Ingatlah bahwa banyaknya waktu mengajar mereka secara individu dan identifikasi dini terhadap kesulitan belajar ini, akan membuat proses belajar lebih berhasil.
Sumber : http://rustinah.multiply.com/reviews/item/45?&show_interstitial=1&u=/reviews/item
Bedanya Ta'aruf dengan Pacaran....
Dalam proses ta’aruf dengan calon pasangan, pihak laki dan perempuan dipersilahkan menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing nanti selama mengarungi kehidupan. Tapi tentu saja semua itu harus dilakukan dengan adab dan etika. Tidak boleh dilakukan cuma berdua saja. Harus ada yang mendampingi dan yang utama adalah wali atau keluarganya. Jadi ta`aruf bukanlah bermesraan berdua, tapi lebih kepada pembicaraan yang bersifat realistis untuk mempersiapkan sebuah perjalanan panjang berdua.
Disinilah letak perbedaan antara pacaran dengan ta’aruf. Pacaran adalah jalan-jalan asyik berdua, jajan, nonton, bermesraan dan bercumbu. Sama sekali tidak ada porsi tentang persiapan real untuk hidup. Bahkan pacaran cenderung bohong dan menipu, karena umumnya masing-masing pihak ingin tampil ‘wah’ di depan pasangannya. Berdandan, parfum, pakaian bagus, mobil dan segala asesoris lainnya adalah sesuatu yang harus ditonjolkan. Semua sangat jauh dari kehidupan real nanti dalam keluarga.
Disinilah letak perbedaan antara pacaran dengan ta’aruf. Pacaran adalah jalan-jalan asyik berdua, jajan, nonton, bermesraan dan bercumbu. Sama sekali tidak ada porsi tentang persiapan real untuk hidup. Bahkan pacaran cenderung bohong dan menipu, karena umumnya masing-masing pihak ingin tampil ‘wah’ di depan pasangannya. Berdandan, parfum, pakaian bagus, mobil dan segala asesoris lainnya adalah sesuatu yang harus ditonjolkan. Semua sangat jauh dari kehidupan real nanti dalam keluarga.
Padahal setelah menikah, justru semua itu akan ditinggalkan dan masing-masing baru akan tampil dengan wajah dan kelakuan aslinya. Padahal dahulu hal-hal seperti itu tidak pernah dibahas dalam masa pacaran, karena semua waktunya tersita untuk jatuh cinta.
Islam sesungguhnya sejak awal sudah memperkenalkan istilah ta’aruf sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan. Ta’aruf sangat berbeda dengan pacaran. Ta`aruf adalah sesuatu yang syar`i dan memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat.
Tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina dan maksiat. Sedang ta’aruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.
Istilah pacaran sebenarnya tidak ada batasan bakunya, namun umumnya yang namanya pacaran itu apalagi di zaman permisif dan hedonis sekarang ini tidak lain adalah hubungan lain jenis non mahram dengan segala aktifitas maksiatnya dari khalwat, zina mata, zina telinga dan sampai zina kemaluan.
Bahkan beberapa penelitian di berbagai tempat seperti di Yogyakarta beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa sebagian besar pasangan pacaran itu memang telah melakukan hubungan tidak senonoh mulai dari bercumbu, berpelukan, berciuman sampai persetubuhan. Parahnya, semua itu umumnya dilakukan oleh para mahasiswa yang notabene terpelajar dan calon pemimpin bangsa.
Jadi hampir bisa dikatakan bahwa pacaran itu tidak lain adalah zina atau minimal mendekati wilayah zina yang memang haram dan dilarang oleh semua agama.
Lalu bagaimana seorang laki-laki bisa mengenal calon pasangan hidupnya kalau bukan dengan cara pacaran ?
"Jangan sekali-kali salah seorang di antara kamu menyendiri dengan seorang perempuan, kecuali bersama mahramnya."
Imam Qurthubi dalam menafsirkan firman Allah yang berkenaan dengan isteri-isteri Nabi, yaitu yang tersebut dalam surah al-Ahzab ayat 53, yang artinya: "Apabila kamu minta sesuatu (makanan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari balik tabir. Karena yang demikian itu lebih dapat membersihkan hati-hati kamu dan hati-hati mereka itu," mengatakan: maksudnya perasaan-perasaan yang timbul dari orang laki-laki terhadap orang perempuan, dan perasaan-perasaan perempuan terhadap laki-laki. Yakni cara seperti itu lebih ampuh untuk meniadakan perasaan-perasaan bimbang dan lebih dapat menjauhkan dari tuduhan yang bukan-bukan dan lebih positif untuk melindungi keluarga.
Ini berarti, bahwa manusia tidak boleh percaya pada diri sendiri dalam hubungannya dengan masalah bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak halal baginya. Oleh karena itu menjauhi hal tersebut akan lebih baik dan lebih dapat melindungi serta lebih sempurna penjagaannya.
Rasulullah SAW bersabda,
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan." (Riwayat Ahmad)
Selama ini kita menganggap bahwa pacaran itu adalah metode untuk melakukan pendekatan untuk mengenal lebih dekat. Namun kenyataannya tujuan itu jarang yang tercapai. Karena umumnya alih-alih melakukan pendekatan, yang terjadi justru melakukan sekian banyak bentuk kemaksiatan.
Buktinya, berapa banyak pasangan muda yang sebelum menikah sempat pacaran bertahun-tahun, bahkan ada yang sampai 5 – 10 tahun, sayangnya begitu mereka menikah langsung cerai dan hancur berantakan rumah tangganya. Belum lagi meningkatnya kasus hamil di luar nikah oleh pasangan sendiri dan juga perilaku seks bebas di kalangan mahasiswa dan pelajar.
Istilah pacaran itu sendiri udah menjadi "biasa".dimana pasangan tidak sah melakukan serangkaian aktifitas bersama. n kebanyakan aktifitas pacaran itu identik dengan apel malam minggu (namanya apel sudah pasti berduaan, karena kalau rame-rame namanya rombongan), juga nonton ke bioskop berdua, berboncengan sepeda motor, jalan-jalan berduaan, makan di restoran berduaan, tukar menukar SMS, saling bertelepon siang dan malam dan semua aktifitas lain yang mengasyikkan. Intinya adalah kebersamaan dan berduaan. Hampir sulit dikatakan pacaran bila semua itu dilakukan bersama-sama dalam kelompok besar.
Bahkan hakikat pacaran adalah pada berduaannya itu. Inilah pacaran yang dikenal dan bukan yang tertulis dalam kamus. Jadi dengan pengertian yang lazim dikenal sekarang ini tentang pacaran, maka tidak bisa lain semua itu adalah khalwat yang diharamkan.
Islam sudah memperingatkan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram untuk tidak menyepi berduaan karena yang ketiganya adalah setan.
Seni Mendengar
Padahal jika kita mau kembali ke hukum alam, seharusnya kita harus lebih banyak mendengar daripada bicara. Bukankah Tuhan memberi kita dua telinga dan hanya satu mulut?
Begitupun jika kita saksikan pada bayi yang baru lahir. Indra pendengaran lebih dulu berfungsi daripada yang lainnya. Lalu, mengapa mendengar lebih susah daripada berbicara?
Meski secara kasat mata mendengaradalah hal yang gampang, namun nyatanya banyak orang yang lebih suka didengarkan daripada mendengarkan. Mendengarkan merupakan bagian esensi yang menentukan komunikasi efektif. Tanpa kemampuan mendengar yang bagus,biasanya akan muncul banyak masalah.
Yang sering terjadi, kita merasa bahwa kitalah yang paling benar. Kita tidak tertarik untuk mendengarkan opini yang berbeda dan hanya tergantung pada cara kita.
Selalu merasa benar, paling kompeten, dan tidak pernah melakukan kesalahan. Duh... malaikat kali..!
Jika kita selalu merasa bahwa diri kita benar, dan cara kitalah yang paling tepat, itu berarti kita tidak pernah mendengarkan.
Ide dan opini kita sangat sukar untuk diubah jika fakta tidak mendukung keyakinan kita. Bahkan kalau ada fakta pun kita mungkin hanya akan sekedar meliriknya saja.
Mungkin saat ini kita nyaman dengan cara kita, tapi untuk jangka waktu yg panjang, orang-orang akan menolak dan membenci kita.
Jika kita mau mulai mendengarkan orang lain, maka suatu saat kita akan menyadari kesalahan kita. Jawaban untuk mengatasi sifat ini adalah mengasah skill mendengar aktif.
Mendengar tidak selalu dengan tutup mulut, tapi juga melibatkan partisipasi aktif kita. Mendengar yang baik bukan berharap datangnya giliran berbicara.
Mendengar adalah komitmen untuk memahami pembicaraan dan perasaan lawan bicara kita. Ini juga sebagai bentuk penghargaan bahwa apa yang orang lain bicarakan adalah bermanfaat untuk kita. Pada saat yang sama kita juga bisa mengambil manfaat yang maksimal dari pembicaraan tersebut.
Seni mendengar dapat membangun sebuah relationship. Jika kita melakukannya dengan baik, orang-orang akan tertarik dengan kita dan interaksi kita akan semakin harmonis.
Berikut teknik mudah yang dapat dipraktekkan oleh kita dengan sangat wajar untuk menjadi seorang pendengar yang baik :
1. Peliharalah kontak mata dengan baik.
Ini menunjukkan kepada lawan bicara tentang keterbukaan dan kesungguhan kita
2. Condongkan tubuh ke depan.
Ini menunjukkan ketertarikan kita pada topik pembicaraan. Cara ini juga akan mengingatkan kita untuk memiliki sudat pandang yang lain, yaitu tidak hanya fokus pada diri kita.
3. Buat pertanyaan
Ketika ada hal yang butuh klarifikasi atau ada informasi baru yang perlu kita selidiki dari lawan bicara kita.
4. Buat selingan pembicaraan yang menarik.
Hal ini bisa membuat percakapan lebih hidup dan tidak monoton.
5. Cuplik atau ulang beberapa kata
Yang diucapkan oleh lawan bicara kita. Ini menunjukkan bahwa kita memang mendengarkan dengan baik hingga hapal beberapa cuplikan kata.
6. Buatlah komitmen untuk memahami
Apa yang ia katakan, meskipun kita tidak suka atau marah. Dari sini kita akan mengetahui nilai-nilai yang diterapkan lawan bicara kita, yang mungkin berbeda dengan nilai yang kita terapkan.
Dengan berusaha untuk memahami, bisajadi kita akan menemukan sudut pandang,wawasan, persepsi atau kesadaran baru,yang tidak terpikirkan oleh kitasebelumnya.
Seorang pendengar yang baik sebenarnya hampir sama menariknya dengan pembicara yang baik. Jika kita selalu pada pola yang benar untuk jangka waktu tertentu,maka suatu saat kita akan merasakan manfaatnya.
Prosesnya mungkin akan terasa lama dan menjemukan, tapi lama-kelamaan akanterasa berharganya upaya yang telah kita lakukan. Kita akan merasa lebih baik atas diri kita, hubungan kita, teman-teman kita, anak-anak kita,maupun pekerjaan.
Kesimpulan: Jadilah pendengar yang baik, karena sifat ini bisa menjadi kunci untuk mengembangkan pikiran yang positif, dan merupakan salah satu tangga kita untuk mencapai kesuksesan!
Cintaa ????? Apaan ya ???
Hayo..!! Yang pusing mikirin cinta. Selamat deh, itu bukan kerjaan sia-sia. Cinta anugerah terindah dari Tuhan, wajib disyukuri, jangan dibenci..!! Cintailah cinta..!!
Ada yang bilang Love is blind; “cinta itu buta, karena tidak memandang status, ras, atau siapa orangnya.”
Ada yang bilang Love is crazy; “cinta itu gila, soalnya dia sering aneh-aneh dan membuat copot jantung.”
Ada yang bilang Love is holy; “cinta adalah kesucian yang bersih dari segala noda-noda apapun bentuknya.”
Kata Romeo, “cinta adalah deguban hati ketika nama Juliet terucap.”
Kata Pujangga, “cinta adalah penerimaan dan pengorbanan.”
Kata Angin, “cinta adalah hembusan nan semilir.”
Kata Air, “cinta adalah kesejukan nan mengalir.”
Kata Bunga, “cinta adalah harum semerbak mewangi.”
Kata Matahari, “cinta adalah kerinduan akan datangnya pagi.”
Kata Burung, “cinta adalah nyanyian mengiringi terbitnya sang fajar.”
Kata Kahlil Gibran, “cinta adalah keindahan sejatiyang terletak pada keserasian spiritual.”
Cinta dalam kamus bahasa inggris artinya LOVE..!! Masing-masing huruf menyimpan makna tersendiri :
L = Listen, Belajarlah mendengarkan orang yang dicintai dengan sepenuh jiwa dan perhatian yang baik. Orang akan lebih merasa disayangi kalau banyak didengarkan.
O = Observe, Amati isyarat-isyarat tersembunyi, yang tersirat maupun tersurat, gerak tangan hingga bahasa tubuh.
V = Value, Hargai perasaan, kekecewaan, dan kepedihannya. Jadikan dirinya begitu bernilai, naikkan harkat dan martabatnya.
E = Emphatize, Tajamkan kepekaan pada apa yang dirasakannya dan turut merasakannya juga. Senyumnya adalah kebahagiaanmu dan air matanya adalah kesedihanmu.
Cinta adalah perasaan yang tidak mungkin luput dari setiap manusia normal.
Suatu ketika Abu Naufal ditanya, “apakah seseorang bisa menghindar dari cinta ?”
Dia menjawab “ Bisa, yaitu orang yang berhati keras dan bodoh, yang tidak memiliki pemahaman dan keutamaan. Sekali pun seseorang hanya punya sedikit kepandaian dan kehalusan budi, namun ia tidak mungkin bisa menghindar dari cinta.”
Ali bin Audah pernah berkata, “Tidak mungkin seseorang bia meghindar dari cinta, kecuali orang yang kasar perangainya, kurang waras, atau tidak punya gairah.”
Orang normal PASTI punya cinta, tapi tidak sembarang cinta..!! Imanlah yang membuat cinta itu indah, sebab cinta punya tingkatan. Mukmin sejati akan berjuang menggapai puncak cinta, sedangkan orang-orang biasa akan berpacu di tingkatan yang rendah.
Berikut ini diurutkan tingkatan cinta dari tingkatan yang tertinggi sampai terendah agar bisa dievaluasi cinta mana yang kita kejar.
- Cinta yang menghamba; hanya bagi Allah SWT. Wujudnya berupa penyembahan secara sempurna dengam merendahkan diri dalam rangka menggapai rahman dan rahim-Nya. Cinta yang tertinggi ini tidak boleh diberikan pada selain Allah SWT.
- Cinta mesra; dipersembahkan bagi Rasulullah dan agama Islam. Wujudnya berupa kesediaan penuh mengikuti ajarannya.
- Cinta rindu; ditunjukan pada sesama orang beriman (terutama keluarga) dalam sikap saling berbagi kasih sayang.
- Cinta yang tercurah; ditujukan pada kaum muslimin pada umumnya. Cinta ini terlihat pada kuatnya ukhuwah/persaudaraan.
- Cinta simpati; berlaku secara umum terhadap manusia. Agenda besarnya adalah mengajak kepada kebaikkan/dakwah.
- Cinta hubungan hati; sangat terkait dengan benda-benda atau yang bersifat materi. Kecintaan pada benda-benda duniawi hanya sekedar hubungan hati yang bisa dilepaskan kapan saja, sebab sifatnya hanya sementara. Ia lekas hilang, cepat pergi, serba sementara, dan fana sekali.
Kejarlah cinta yang sesuai dengan jalur syariat sebab dasarnya adalah iman yang membawa keselamatan. Jauhi cinta yang durhaka pada tuntunan agama karena dasarnya nafsu syahwat dan ujungnya neraka.
“Di antara manusia ada orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta pada Allah.”(QS. Al-Baqarah: 165)
Menurut buku yang saya baca, Cinta itu menerangi, menunjuki, dan menyelamatkan. Maka cinta tidak perlu dirasakan dan disyukuri. Soal cinta jangan sampai nguras otak. Rasakan keindahannya, maka hati kamu akan mengerti sendiri..
Singkatnya, Cinta adalah lima huruf yang membuat masalah gak bakal selesai..!!!!
Langganan:
Postingan (Atom)




-horz.jpg)

